Tampilkan postingan dengan label Catatan Harianku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harianku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Hubungan Terlarang? Emang Loe Tuhan?

Halo Guys! Berhubung gw adalah salah satu pemeluk Cinta Beda Agama, kali ini gw pingin share 'dikit' tentang pengalaman gw dalam menjalani hubungan ini. Baru dua tahun sih. Tapi gw rasa pengalaman dalam kurun waktu dua tahun itu lumayan sudah terbentuklah menjadi 'sesuatu' untuk gw share.  Tapi nggak janji ya kalo nanti sharenya benar-benar 'dikit' hehe.. Selamat menyimak!!

 Menurut gw, cinta dan perbedaan adalah dua realitas ciptaan Tuhan yang tak bisa dilepas. Kalau mau direfleksikan secara objektif nich, realitas cinta itu ada, justru karena ada realitas yang namanya perbedaan. Artinya, cinta itu ada untuk melengkapi perbedaan. Contoh paling sederhana nie: laki-laki dan perempuan ajha beda jenis kelamin. Coba kalo sama, gmana jadinya? Bahkan tiap manusia itu berbeda. Dan berkat cinta perbedaan ini bisa berjalan dengan indah. Yang pasti kedua realitas ini, cinta dan perbedaan, adalah ciptaan Tuhan. Hanya..., sumpah, gw nggak tahu yang mana yang diciptakan duluan! Mungkin saja bahkan diciptakan bersamaan. Only God knows.. (in English).. heheee..

Sayangnya, dalam realita kehidupan kita, banyak orang (kalo tidak mau dikatakan mayoritas) terlalu membatas-batasi dua realitas ini. Parahnya mereka membawa-bawa nama Tuhan, seakan-akan Dialah yang membatasinya. Itu dosa loch..!! Lebih rumit lagi keluarga kita sering termasuk dalam kalangan ini..

Walaupun demikian, yang pasti ialah bahwa Tuhan tidak pernah membatasi manusia untuk mencintai dengan alasan perbedaan. So, Cinta Beda Agama itu sama sekali tidak melawan kehendak Tuhan, Sang Pencipta Cinta dan Perbedaan. Jadi, perjuangkanlah cintamu, bahagiakan keluargamu, itulah bentuk penghargaan dan penghormatan paling konkret terhadap Sang Pencipta..

Mungkin itu ajha dulu kale ya. Sebagai catatan teknis, tulisan ini gw buat pas Film #CintaTapiBeda lagi booming. Tapi sumpah (lagi! hee) tulisan gw ini original berdasarkan pengalaman pribadi. Gw ajha lom nonton tu film.. Wakakaka..

Oh iya, hubungan gw sampe sekarang aman-aman ajha. Karena itu pasti masih ada stories gw selanjutnya tentang Cinta Beda Agama yang bakalan nyusul.. Akhir kata, selamat berbagi cinta!! Upppsss...



Sumber Gambar:
Grup Cinta Beda Agama Facebook http://www.facebook.com/groups/CBDA1/

Me and Begadang

Begadang lagi. Terlalu ingin meneguk banyak kenikmatan di dunia maya membuatku mengabaikan desakan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Masalahnya ini dah jadi kebiasaan. Tadi sempat terpikir untuk ingin merubah pola hidup. Nggak tahu itu udah niat perubahan yang keberapa ratus tuh. Tapi kenapa pelaksanaannya selalu susah. Huuft. Sudah hampir 2 tahun hidup kayak gini. Harus berubah. Hidup masih panjang Nick. Engkau masih muda. Sayang kalau masa mudamu hanya dihabiskan didepan layar pada malam hari hingga tak produktif di siang hari. hal pertama yang harus kubuat adalah menjadikan 'anti-begadang' sebagai kebiasaan baru. Chayyo.. Tuhan, bantu aku!!


Gw mau klarifikasi dikit tuh storee gw barusan. Sebenarnya tadi malam gw nggak niat begadang. Bukan karena niat ingin berubah sih, cuma karena memang udah nggak sanggup lagi untuk begadang alias ngantuk. He3.. Hanya saja karena begadang dah jadi kebiasaan, makanya mas ada keributan dikit di atas jam 12 pasti langsung terbangun dan akhirnya sukses begadang lagi mpe sekarang. Jadi mulai sekarang gw ingin menerapkan semangat 'anti-begadang'. Mudah2an jadi.. Tuhan tolong. AMin.

Selasa, 20 Desember 2011

...persiapan pelayanan Natal di Negeri Antah Berantah...


Tadi malam dapat kunjungan dari Seksi Kerasulan senat STF-SP, Fr. Toby Farneubun MSC.
Fr. Toby: Nicky, ko su siap pi tugas Natal to?
Nicky: Oh iyo, beta tugas di mana?
Fr. Toby: Ko tugas di  Melong, lusa berangkat...
Nicky: What? di mana itu? Sangir atau Talaud?
Fr. Toby: Zg tahu ley, pokoknya S3 lah...
Nicky: Apa itu?
Fr. Toby: Sekitar-sekitar situlah... he3

Ada dua perasaan dominan yang berkecamuk di beta pu hati mendengar kabar itu. Pertama, senang karena ini daerah baru yang belum pernah beta kunjungi. pasti agak menantang. Kedua, khawatir dan sedikit elisah kalau-kalau  signal tidak menjangkau tempat tugas nanti. Selain itu, pakaian kotor menumpuk dan kamar belum dibereskan...wkwkwkwkwk
Kalau kamar n pakaian kotor masih bisa dibereskan besok. Tapi signal dank? Gawat.
Informasi penting ini segera beta sampaikan buat kekasih hati tersayang yang ada nun jauh di sana, di Tual, Maluku Tenggara. Maklum, long distance relationship. Alhamdulilah, dia mengikhlaskan beta untuk menjalankan tugas mulia ini (ceile...).

Ada signal? Pertanyaan ini terasa begitu penting ketika seseorang mendapatkan tugas perutusan. Signal menjadi bagian integral dari kehidupan. Bahkan telah menjadi kebutuhan paling primer dalam kehidupan masyarakat modern. Lebih parah lagi ada seorang sahabat yang telah merasa bahwa signal adalah salah satu anggota tubuhnya. Ckckcckckck. Menurut teori-teori yang beta dapat sewaktu mengikuti pembinaan kurang lebih 5 tahun sebagai frater Misionaris Hati Kudus Yeus (MSC) dulu (pamer nie yee...), inilah yang disebut kelekatan. Kelekatan dengan berbagai hal sering membuat beta menjadi susah untuk hening sejenak dan merefleksikan kehidupan. Signal adalah salah satu kosakata kecil dalam Kamus Besar Teknologi yang akhir-akhir ini membuat beta terlalu melekat. Aneh. Padahal, menurut Pastor Salettia yang sudah sering melanglang buana di negara-negara maju, para pencipta dan pengekspor teknologi di sana berlomba-lomba untuk mencari keheningan dan ketentraman batin. Sedangkan beta, dan mungkin banyak penduduk di negara tercinta Indonesia ini (yang terlibat angkat tangan..he3), yang cuma sering mengimpor teknologi justeru menjadi susah untuk menenangkan diri. Yah, mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah awal untuk berefleksi dan membaharui diri khususnya menjelang hari Natal Kristus ini.

"Ka' Nicky, ka' Nicky pe pakaian yang ada rendam ini k?"
Suara Santi, ade sekontrakan, dari balik jendela kamar menyadarkan beta bahwa beta belum selesai membereskan PR. Wah, belum apa-apa sudah terikat lagi dengan teknologi. he3. Maklum, manusia. Alasan klasik untuk membenarkan diri  yang sering digunakan makhluk berakal budi dan paling mulia di dunia ini. Cucian, I'm cooming!

Selamat mempersiapkan diri menyambut Natal Kristus bagi basudara semua yang merayakannya...