Tampilkan postingan dengan label Cinta Beda Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Beda Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

Ketika Dia Menyerah (Ironi Sebuah Kisah Cinta Beda Agama)



KETIKA DIA MENYERAH
adalah
Ketika dia tak sanggup lagi menghadapi banyaknya tekanan dari pihak keluarga
adalah
Ketika masalah yang sederhana menjadi masalah yang luar biasa
adalah
Ketika kehadiran orang ketiga yang seiman dianggap sebagai "malaikat penyelamat"
adalah
Ketika dia perlahan-lahan menumbuhkan rasa cinta pada "malaikat penyelamat"-nya
adalah
Ketika dia mulai mengabaikan segala harapan, doa, janji dan komitmen yang pernah kalian bangun bersama
adalah
Ketika dia perlahan-lahan membunuh rasa cintanya bagimu
adalah
Ketika kamu punya kehendak kuat untuk berjuang tetapi ia tak mau bekerja sama lagi
adalah
Ketika kamupun dipaksa membunuh rasa cintamu kepadanya
adalah
Ketika dunia terasa tak adil
adalah
Ketika banyaknya air mata yang harus kau keluarkan
adalah
Ketika kamu mulai mempersalahkan banyak hal
adalah
Ketika kamu merasa segala komitmen dan kesetiaan yang kamu bangun untuknya tiada artinya
adalah
Ketika kamu mulai terpuruk
adalah
Ketika kamu ingin lari dan melupakan tapi tak bisa
adalah
Ketika kamu menyadari bahwa kamu harus menghadapinya
adalah
Ketika kamu menyadari betapa berartinya para sahabat yang menyertaimu
adalah
Ketika kamu kembali berpasrah pada kehendak Tuhan
adalah
Ketika Tuhan menunjukkan jalan-Nya
adalah
Ketika segala sesuatu indah pada waktunya
adalah
Ketika kamu merasakan indahnya bangkit dari keterpurukan
adalah
Ketika kamu mampu mengampuninya
adalah
Ketika kamu menjadi pribadi yang lebih matang
adalah
Ketika kamu semakin mengerti arti cinta yang sesungguhnya
adalah
Ketika kamu mulai ikhlas mendoakan kebahagiaannya
adalah
Ketika hidup terus berlanjut
adalah
Ketika semua proses ini berjalan dengan perlahan tapi pasti
adalah
Ketika semua proses ini berjalan dengan berat tapi harus
adalah
Ketika kamu pun tak boleh 'menyerah'
adalah
Ketika Dominus Tecum


Be Strong Nick, Insya Jesus ada jalan.

Sabtu, 02 Februari 2013

Apakah Memang Dia Jodohku?

Ini ceritaku. Hanya salah satu cerita kecil dari dinamisnya hubungan cinta beda agama (CBA) yang saya jalani. Sebenarnya bukan sebuah cerita sih. Mungkin lebih tepat kalo disebut sebagai sebuah refleksi. Hmm, mungkin bagi mereka yang punya atau pernah punya hubungan cinta beda agama juga memiliki pengalaman yang sama denganku. Ya, bahwa menjalani hubungan CBA itu punya dinamika tersendiri. Mulai dari tantangan yang datang dari pihak keluarga, teman-teman, bahkan dari otoritas agama yang kita anut. Well, tentang ini saya sudah sedikit membahasnya dalam cerita sebelumnya: Hubungan Terlarang? Emang Loe Tuhan?

Refleksi saya kali ini berangkat dari sebuah pertanyaan kecil dalam sebuah diskusi di grup Cinta Beda Agama Facebook. Ada seorang anggota grup yang mengajukan pertanyaan: Bagaimana kita meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa dia adalah jodohku? Bagi saya pertanyaan ini merupakan penuntun ke dalam sebuah refleksi yang mendalam. Saya merumuskan kembali pertanyaan itu kepada diri sendiri: Apakah memang dia jodohku? Dan setelah merenungkan kisahku inilah yang kupegang sebagai prinsip.

1) Meyakinkan Diri Sendiri.
Hal terpenting yang saya buat adalah meyakinkan diri sendiri kalau pasangan itu memang soulmate yg sesungguhnya. Keyakinan bahwa "ini lho jodohku dari Tuhan!" itu tidak instan dan butuh proses pemurnian panjang. Maksudnya ialah tentu saja keyakinan itu berasal dari pengalaman selama menjalin hubungan. Dan yang terpenting adalah soal pemurnian motivasi dalam mencintai. Kalau sudah gitu, tak ada alasan untuk tidak mempertahankan anugerah cinta yg diberikan-Nya.

2) Berhadapan dengan Orang Lain
Sesudah meyakinkanitu berhadapann dengan keluarga yg melarang. Bagi saya, orang tua bisa juga keliru. Mungkin mereka ingin menunjukkan cara terbaik mencintai kita dgn 'melarang' kita utk terlibat CBA. Tapi bukan berarti "cara terbaik" mereka itu adalah cara yang sempurna. So, bukannya durhaka, tapi ada saatnya kita menentukan sendiri keputusan hidup kita. Membahagiakan orang tua, tidak selalu berarti mengikuti kehendak mereka. Yang penting, ntar kalau dah menyatu sama pasangan, tetap berbakti pada orang tua. Tunjukkan cara terbaik kita dalam mencintai mereka. Sekali lagi, meskipun cara terbaik itu, bukan cara yang paling sempurna.

Itulah dua prinsip sederhana yang kupegang. Ya, "hanya" itu. Dan setelah ditimbang-timbang, kelihatannya meeka yang menjalin hubungan cinta seagama pun tetap tidak bisa lepas dari prinsip ini. Memang kelihatan sederhana. Sederhana kalau memang diyakini dan dijadikan sebagai pegangan dalam menjalin hubungan. Saya selalu berdoa agar tetap konsisten dalam prinsip ini. Dan saya yakin Tuhan memberkati.




Jodoh itu di tangan Tuhan, tapi ingatlah bahwa takdir Tuhan ada di ujung usaha manusia.
Jangan pernah menyerah untuk perjuangkan cintamu.
Dimana ada cinta yang murni, di situ pasti ada jalan keluar yang dapat menembus berbagai tembok-tembok perbedaan. 

Selasa, 15 Januari 2013

Hubungan Terlarang? Emang Loe Tuhan?

Halo Guys! Berhubung gw adalah salah satu pemeluk Cinta Beda Agama, kali ini gw pingin share 'dikit' tentang pengalaman gw dalam menjalani hubungan ini. Baru dua tahun sih. Tapi gw rasa pengalaman dalam kurun waktu dua tahun itu lumayan sudah terbentuklah menjadi 'sesuatu' untuk gw share.  Tapi nggak janji ya kalo nanti sharenya benar-benar 'dikit' hehe.. Selamat menyimak!!

 Menurut gw, cinta dan perbedaan adalah dua realitas ciptaan Tuhan yang tak bisa dilepas. Kalau mau direfleksikan secara objektif nich, realitas cinta itu ada, justru karena ada realitas yang namanya perbedaan. Artinya, cinta itu ada untuk melengkapi perbedaan. Contoh paling sederhana nie: laki-laki dan perempuan ajha beda jenis kelamin. Coba kalo sama, gmana jadinya? Bahkan tiap manusia itu berbeda. Dan berkat cinta perbedaan ini bisa berjalan dengan indah. Yang pasti kedua realitas ini, cinta dan perbedaan, adalah ciptaan Tuhan. Hanya..., sumpah, gw nggak tahu yang mana yang diciptakan duluan! Mungkin saja bahkan diciptakan bersamaan. Only God knows.. (in English).. heheee..

Sayangnya, dalam realita kehidupan kita, banyak orang (kalo tidak mau dikatakan mayoritas) terlalu membatas-batasi dua realitas ini. Parahnya mereka membawa-bawa nama Tuhan, seakan-akan Dialah yang membatasinya. Itu dosa loch..!! Lebih rumit lagi keluarga kita sering termasuk dalam kalangan ini..

Walaupun demikian, yang pasti ialah bahwa Tuhan tidak pernah membatasi manusia untuk mencintai dengan alasan perbedaan. So, Cinta Beda Agama itu sama sekali tidak melawan kehendak Tuhan, Sang Pencipta Cinta dan Perbedaan. Jadi, perjuangkanlah cintamu, bahagiakan keluargamu, itulah bentuk penghargaan dan penghormatan paling konkret terhadap Sang Pencipta..

Mungkin itu ajha dulu kale ya. Sebagai catatan teknis, tulisan ini gw buat pas Film #CintaTapiBeda lagi booming. Tapi sumpah (lagi! hee) tulisan gw ini original berdasarkan pengalaman pribadi. Gw ajha lom nonton tu film.. Wakakaka..

Oh iya, hubungan gw sampe sekarang aman-aman ajha. Karena itu pasti masih ada stories gw selanjutnya tentang Cinta Beda Agama yang bakalan nyusul.. Akhir kata, selamat berbagi cinta!! Upppsss...



Sumber Gambar:
Grup Cinta Beda Agama Facebook http://www.facebook.com/groups/CBDA1/