Sabtu, 21 Januari 2012

SILABUS PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK X, Semester 1




Oleh: Nicolas Renleuw
Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng 


NAMA SEKOLAH                           : SMK NEGERI 1 MANADO
MATA PELAJARAN                        : PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK (PAK)
KELAS                                             : X
SEMESTER                                      : I
DURASI PEMBELAJARAN            : 20 X 45
STANDAR KOMPETENSI            : Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.


KOMPETENSI DASAR
MATERI POKOK/ PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
INDIKATOR
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
1.   Mengenal diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, cita-cita dan panggilan hidupnya, sehingga menerima diri sebagaimana adanya






1.1.Menjelaskan dirinya sebagai pribadi yang unik dan menerima dengan rasa syukur atas karya Allah dalam dirinya.










Saya Pribadi yang unik
·   Arti pribadi yang unik
·   Keunikan manusia dilihat dari segi jasmani, rohani, dan pengalaman hidup
·   Pengungkapan identitas pribadi
·   Penyadaran keunikan pribadi dalam terang Kitab Suci (Mzm 139)
·   Penemuan keunikan diri sendiri

·   Doa pembukaan
·   Menunjukkan keunikan diri dengan cara mengisi “kartu pengenal”
·   Membandingkan antara cirri yang dimiliki dan ciri orang lain dengan cara saling bertukar kartu pengenal.
·   Merumuskan pengertian keunikan pribadi, melalui tanya jawab: dalam hal apa berbeda dengan orang lain; lebih banyak persamaan atau perbedaan, apa yang dimaksud pribadi seseorang dikatakan unik.
·   Membuktikan keunikan diri dengan cara membuat gambar simbol diri.
·   Rangkuman dan informasi.
·   Membaca kutipan Kitab Kej. 1:26-31.
·   Mendiskusikan makna keunikan dengan menyoroti: kalimat dalam kitab suci yang mengungkapkan manusia itu istimewa dan unik.
·   Pleno dan rangkuman, dengan menekankan bahwa manusia makhluk istimewa karena secitra dengan Allah,  Allah “bekerja” secara langsung dalam penciptaan manusia, semua diserahkan bagi manusia. 
·   Tugas: merenungkan dan merumuskan tanggapan atas artikel “Jadilah Diri Sendiri yang Terbaik”.
·    Doa penutup.
·   Menyebutkan unsur-unsur yang menunjukkan keunikan seseorang
·   Menjelaskan pengertian manusia sebagai pribadi unik.
·   Merumuskan pesan kitab Suci Kej. 1:26-31 tentang kunikan manusia ciptaan Allah.
·   Menggambar simbol diri.

Tes Lisan/tertulis:
·   Menyebutkan unsur-unsur yang menunjukkan keunikan seseorang.
·   Menjelaskan pengertian manusia sebagai pribadi unik
·   Merumuskan pesan kitab Suci Kej. 1:26-31 tentang keunikan manusia sebagai ciptaan Allah.

Unjuk Karya:
·   Membuat simbol gambar diri.





Tugas:
·   Membuat tanggapan tertulis atas artikel “Jadilah Diri Sendiri yang Terbaik”.
2 x 45 menit
·   Lembar identitas diri
·   Puisi tentang simbol diri, misalnya “Bunga Liar”
·   Artikel “Jadilah Diri Sendiri yang Terbaik”.
·   Teks Kitab Suci Kej. 1:26-31
·   Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus; Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/ SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. Kanisius, Yogyakarta,2004.



1.2. Menjelaskan bahwa dirinya memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga dapat mengembangkan talentanya secara maksimal
Saya memiliki kelebihan dan kekurangan
·   Kelebihan dan kekuranganku
·   Talenta (Mat 25:14 dst.)
·   Mengembangkan talenta (upaya dan usaha yang perlu ditempuh
·   Doa Pembukaan
·   Menuliskan daftar kelebihan dan kekurangan yang dimiliki teman sebangku: kemampuan, sifat baik dan kurang baik.
·   Saling menukar kelebihan dan kekurangan dengan teman sebangku.
·   Mendialogkan: perasaan ketika membaca daftar kelebihan dan kekurangan yang ditulis teman.
·   Mendiskusikan factor-faktor yang mempengaruhi kelebihan dan kekurangan seseorang, sikap yang sering muncul terhadap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, serta sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi kelebihan dan kekurangan diri sendiri maupun orang lain.
·   Rangkuman dan informasi dari guru.
·   Berdiskusi untuk merumuskan pesan dari kutipan Mat. 25: 14-30 dengan menyoroti: dengan tokoh mana mereka memiliki kemiripan dalam menykapi talenta yang diberikan Tuhan, kesiapan untuk memper-tanggungjawabkan; cara mengembangkan talenta yang dimiliki.
·   Pleno dan rangkuman serta informasi-informasi dengan menunjuk contoh-contoh orang yang berbakat (misalnya: Albert Einstein, Isaac Newton, Warner von Braun, Golda Meir).
·   Tugas rumah: melakukan wawancara mengenai cara mengembangkan talenta yang dimiliki dan menghilangkan rasa rendah diri dan sikap “sok super”
·   Doa penutup


·   Menyebutkan sikap yang sering muncul menghadapi kelebihan dan kekurangan diri dan orang lain.
·   Menyebutkan cara mengem,bangkan talenta yang dimiliki.
·   Merumuskan pesan kutipan Mat. 25:14-30 tentang talenta.  
Tes Lisan/tertulis:
·   Menyebutkan sikap yang sering muncul menghadapi kelebihan dan kekurangan diri dan orang lain.
·   Menyebutkan sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi kelebihan dan kekurangan orang diri dan orang lian.
·   Menyebutkan cara mengembangkan talenta yang dimiliki.
·   Menrumuskan pesan Mat. 25:14-30 tentang talenta.

Unjuk Karya:
·   Melaporkan hasil wawancara.

2 x 45 menit
·   Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus; Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/ SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. Kanisius, Yogyakarta,2004.

2.   Memahami dirinya sebagai manusia yang diciptakan Allah menurut citra-Nya sehingga menyadari bahwa semua manusia adalah saudara se-bapa-ibu.






2.1.Menjelaskan bahwa dirinya diciptakan sebagai citra Allah.
Saya diciptakan sebagai citra Allah
·   Arti diciptakan secitra dengan Allah
·   Analisis KS (Kej 1:26-27)
·   Apa saja kebaikan-kebaikan dalam diriku yang menggambarkan kebaikan Allah
·   Bersikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain
·   Doa pembukaan.
·   Mendiskusikan pengertian kata “citra” dengan merumuskan: tentang kemiripan anak dan orang tua: mirip siapa wajah kita (ayah atau ibu); sifat-sifat ayah atau ibu yang paling banyak diwarisi; mengapa kita memiliki kemiripan dengan ayah dan atau ibu, apakah makhluk ciptaan mengungkapkan sesuatu tentang sang pencipta.
·   Pleno dan rangkuman
·   Merumuskan pesan kutipan Kej. 1:26-31 dan Kej. 2:4-7, dengan menunjukkan arti manusia serupa dan segambar dengan Allah, di mana letak kekhasan manusia sehingga hanya manusia yang serupa dengan Allah, apa arti sabda Allah:”maka Allah melihat segalanya sungguh amat baik”.
·   Rangkuman dan informasi.
·   Menyusun doa atau puisi yang mengungkapkan rasa syukur telah diciptakan sebagai citra Allah.
·   Tugas: merenungkan ucapan orang kudus: St. Katarina dari Siena dan St. Yohanes Kristosomos.
·   Doa penutup.
·   Menjelaskan arti kata manusia “serupa” dan segambar dengan Allah.
·   Menjelaskan kesitimewaan manusia sebagai citra Allah dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya.
·   Menjelaskan makna sabda Tuhan “ Allah melihat segalanya sungguh amat baik”.
·   Menyebutkan sikap-sikap manusia sebagai citra Allah terhadap diri dan sesama.
·    Membuat doa atau puisi dalam hubungannya dengan proses pembelajaran.
Tes lisan / tertulis:
·   Menjelaskan arti kata manusia “serupa” dan segambar dengan Allah.
·   Menjelaskan kesitimewaan manusia sebagai citra Allah dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya.
·   Menjelaskan makna sabda Tuhan “ Allah melihat segalanya sungguh amat baik”.
·   Menyebutkan sikap-sikap manusia sebagai citra Allah terhadap diri dan sesama.
Unjuk karya:
·   Membuat doa atau puisi.
·   Menyusun laporan tentang renungan yang telah dilakukan.
2 x 45 menit
·     7 teks kitab suci: kej. 1:26-31 dan 2:4-7.
·     Ucapan-ucapan santa Katarina dari Siena dan St. Yohanes Kristosomos.
·     Komkat KWI, Sari Murid-Muri Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. Kanisius, Yogyakarta, 2004.
2.2.Menjelaskan bahwa dirinya dan sesama semartabat satu saudara se-bapa-ibu tanpa diskriminasi di lingkungannya baik ras, agama, dan suku.
Sebagai Citra Allah Saya dan Sesama adalah Saudara
·   Apa itu sikap fanatik/ diskriminatif
·   Sebab-sebab munculnya sikap fanatik dan diskriminatif
·   Jalan keluar untuk menjauhkan sikap fanatik dan diskriminatif
·   Mendalami pesan Kitab Suci
·   Doa pembukaan.
·   Membaca contoh artikel yang mengungkapkan kerinduan hidup damai sebagai sesama Citra Allah.
·   Mendiskusikan artikel dengan mengungkapkan: kesan terhadap isi artikel; menunjukkan contoh lain berbagai kerusuhan di tanah air yang disebabkan oleh fanatisme kelompok, suku dan agama dan sebab-sebabnya.
·   Menganalisis sebab-sebab munculnya diskriminasi dan fanatisme serta mencari jalan keluarnya.
·   Rangkuman dan informasi jika diperlukan.
·   Mempelajari dasar Alkitabiah atas sikap akomodatif dan toleran terhadap sesama.
·   Mengomentari landasan Alkitabiah yang dibaca.
·   Rangkuman.
·   Doa penutup.
·   Menganalisis sebab-sebab munculnya tindakan diskriminasi dan sikap fanatisme.
·   Menjelaskan berbagai upaya dalam mengembangkan persaudaraan sejati umat manusia.
·   Menjelaskan landasan alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya, dll.
Tes Lisan/tertulis
·   Menganalisis sebab-sebab munculnya tindakan diskriminasi dan sikap fanatisme.
·   Menjelaskan berbagai upaya dalam mengembangkan persaudaraan sejati umat manusia.
·   Menjelaskan lasndasan alkitabiah tentang perlunya sikap toleran.

2x45 menit
·   Cerita tentang kerinduan akan perdamaian misalnya cerita “Kerinduan Masyarakat Ambon”, dari majalah Hidup 5 Mei 2002.
·   Teks kitab suci: kej. 1:27; kol. 1:15; 1 Kor. 1:10; Mat. 7:1-5; Luk. 6:37-42; 10:25-37.
·   Komkat KWI, Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. kanisius, Yogyakarta, 2004.

3.   Memahami jati dirinya sebagai mausia yang diciptakan Allah untuk saling melengkapi sebagai partner yang sederajat






3.1.Menganalisa dan mengungkapkan, menjelaskan kodrat pria dan wanita sehingga menghargai lawan jenis dengan berbuat adil
Kepriaan dan Kewanitaan
·      Memahami hakikat kepriaan dan kewanitaan
·      Ciri-ciri kepriaan dan kewanitaan ditinjau secara biologis
·      Perbedaan antara pria dan wanita dari segi psikologis
·      Daya tarik antara pria dan wanita
·      Apa kata Kitab Suci tentang hakikat pria dan wanita
·   Doa pembukaan.
·   Tanya jawab tentang simbol/ungkapan yang biasa dipakai laki-laki dan perempuan beserta maknanya.
·   Membaca cerita mengenai hubungan laki-laki dan perempuan, misalnya cerita berjudul “laki-laki dan perempuan”.
·   Mendiskusikan tentang kesan atas cerita; kesulitan hubungan laki-laki dan perempuan; keindahan dan keunggulan laki-laki dan perempuan.
·   Pleno, rangkuman dan informasi tentang hakekat kelelakian dan keperempuanan.
·   Menyadari daya tarik antara laki-laki dan perempuan, misalnya dengan mendengarkan atau menyanyikan lagu yang berjudul “untukmu kekasihku”.
·   Tanya jawab tentang isi lagu, misalnya kalimat yang paling mengena; kalimat yang menunjukkan harapan dan kecemasan pengalaman siswa sendiri dalam hubungannya dengan lawan jenis; sebab terjadinya daya tarik laki-laki dan perempuan.
·   Rangkuman dan informasi sejauh diperlukan.
·   Merumuskan pesan kitab suci kej. 1:26-27 berkaitan dengan hakekat penciptaan laki-laki dan perempuan dan konsekuensi dalam relasi antar mereka.
·   Merangkum bersama hasil diskusi.
·   Doa penutup.
·   Menjelaskan hakekat ke-laki-laki-an dan ke-perenpuan-an secara biologis.
·   Menjelaskan sifat komplementer dalam relasi laki-laki dan perempuan.
·   Menjelaskan maksud kesederajatan antara laki-laki dan perempuan.
Tes lisan / tertulis:
·    Menjelaskan hakekat ke-laki-laki-an dan ke-perenpuan-an secara biologis.
·   Menjelaskan sifat komplementer dalam relasi laki-laki dan perempuan.
·   Menjelaskan maksud kesederajatan antara laki-laki dan perempuan.
2 x 45 menit
·     Cerita tentang laki-laki dan perempuan.
·     Gambar organ seksual laki-laki dan perempuan.
·     Lagu, misalnya ”untuk mu kekasih”.
·     Teks Kitab Suci. Kej. 1:26-27.
·     Komkat KWI, Sari Murid-Muri Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. Kanisius, Yogyakarta, 2004.
3.2.Menganalisa dan menjelaskan tugas pria dan wanita berdasarkan kebudayaan, sehingga tercermin adanya kesetaraan wanita dan laki-laki
Tugas Pria dan Wanita
·      Tugas pria dan wanita dalam kebudayaan tertentu
·      Tugas pria dan wanita menurut kodratnya
·      Tugas pria dan wanita menurut Kitab Suci dan ajaran Gereja
·      Tindakan-tindakan yang tepat terhadap pria dan wanita sebagai makhluk yang setia
·   Doa pembukaan.
·   Mengamati contoh ketidakadilan menyangkut peran dan tugas perempuan dalam masyarakat, misalnya cerita “mengabdi suami”.
·   Mendiskusikan tentang peran dan tuga laki-laki dan perempuan, contoh-contoh pernyataan yang melecehkan peran dan tugas perempuan, hal-hal yang melatarbelakangi pembagian tugas dan peran, tanggapan/ kesan terhadap model/contoh pembagian tugas yang ditemukan.
·   Pleno dan rangkuman.
·   Informasi tentang peranan dan tugas laki-laki dan perempuan dari segi kodratnya.
·   Mendiskusikan peranan dan tugas laki-laki dan perempuan dalam terang kitab suci kej. 2:7. 18-25, dengan menunjukkan ayat-ayat yang menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan saling melengkapi; bahwa Tuhan menghendaki laki-laki dan perempuan saling melengkapi; laki-laki dan perempuan sederajat; upaya melaksanakan kesederajatan itu dalam hidup sehari-hari.
·   Rangkuman dan tambahan informasi yang dianggap perlu.
·   Tugas membuat karangan “meningkatkan peranan kaum perempuan dalam masyarakat dewasa ini” (2-3 hlm).
·   Doa penutup.
·   Mensharingkan pengalaman setelah mendengar cerita dan menerangkan tugas/peranan laki-laki dan perempuan menurut budaya atau situasi sekitar.
·   Menjelaskan peranan dan tugas laki-laki dan perempuan secara kodrati.
·   Menjelaskan pandangan masyarakat tentang peranan dan tugas laki-laki dan perempuan baik secara pribadi maupun sebagai pasangan.
·   Merumuskan pesan Kej. 2:7.18-25 dalam kaitannya dengan peran dan tugas laki-laki dan perempuan.
·   Membuat karangan yang berjudul “Meningkatkan Peranan Kaum Perempuan dalam Masyarakat Dewasa ini”.

Unjuk Kerja:
·   Sharing tentang pandangan masyarakat tentang peranan dan tugas laki-laki dan perempuan
Tes Lisan/tertulis
·   Menjelaskan tugas laki-laki dan perempuan secara kodrat (baik secara pribadi maupun sebagai pasangan).
·   Menjelaskan tugas laki-laki dan perempuan menurut Kitab Suci Kej. 2:17.18-25.
Unjuk Karya:
·   Menulis karangan.
2x45 menit
·   Cerita tentang penindasan terhadap lawan jenis, misalnya cerita: mengabdi suami.
·   Teks kitab suci: kej. 2:7.18-25.
·   Komkat KWI, Sari Murid-Muri Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. kanisius, Yogyakarta, 2004.

4.   Mengenal suara hatinya sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat






4.1.Mengungkapkan dan menjelaskan peranan suara hait dalam setiap membuat keputusan serta menjelaskan
Hati Nurani
·      Arti dan fungsi suara hati
·      Peranan suara hati dalam mengambil keputusan
·   Doa pembukaan.
·   Membaca artikel tentang pengalaman pergumulan hatinurani, misalnya artikel “Pergumulan Hatinurani Seorang Gadis”.
·   Tanya jawab tentang artikel seputar: sikap nia sesudah ia mengandung; sikap pacar nia dan orang tuanya; hati nurani nia; sikap nia untuk memutuskan hubungan dengan pacarnya.
·   Sharing pengalaman pergumulan hati nurani dalam kehidupan sehari-hari.
·   Mendiskusikan pemahaman tentang hati nurani dengan menyorot: makna hati nurani,cara kerjanya, fungsi, dan sikap terhadap hati nurani.
·   Membaca kutipan Rm 7:14-26 dan Kutipan Dokumen Gauidum et spes, Art. 16, dan merumuskan hal-hal penting yang terkandung di dalamnya.
·   Melengkapi rumusan hasil dengan temuan tetang makna hati nurani yang tersirat Kitab Suci dan Dokumen Gereja.
·   Pleno, rangkuman dan informasi.
·   Tugas rumah: membaca cerita “Bill dari Los Angeles” dan membuat surat tanggapan yang di tunjukan kepadanya.  
·   Doa penutup.
·   Menjelaskan pengertian hati nurani dilihat dari segi waktu, kebenaran dan kepastiannya.
·   Menjelaskan cara kerja dan fungsi hati nurani.
·   Menjelaskan cara berperilaku berdasarkan pedoman hati nurani.
·   Menjelaskan makna hati nurani sebagai hukum Allah.
·   Menjelaskan konsekuensi hati nurani dalam kaitan dengan upaya mencari dan memperjuangkan kebenaran sejati.
Tes lisan / tertulis:
·   Menjelaskan pengertian hati nurani dilihat dari segi waktu, kebenaran dan kepastiannya.
·   Menjelaskan cara kerja dan fungsi hati nurani.
·   Menjelaskan cara berperilaku berdasarkan pedoman hati nurani.
·   Menjelaskan makna hati nurani sebagai hukum Allah.
·   Menjelaskan konsekuensi hati nurani dalam kaitan dengan upaya mencari dan memperjuangkan kebenaran sejati.
Unjuk karya:
·   Membuat surat tanggapan.
2 x 45 menit
·     Pengalaman siswa.
·     Cerita tentang: “Pergumulan Hati Nurani seorang Gadis”.
·     Teks kitas suci: Rm. 7:14-26.
·     Gaudium et Spes. Art. 16.
·     Komkat KWI, Sari Murid-Murid Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. Kanisius, Yogyakarta, 2004.
4.2.Menyebutkan beberapa cara untuk membina suara hati agar tidak keliru atau tumpul
Pembinaan Suara Hati
·      Beberapa cara untuk membina suara hati agar tidak keliru atau tumpul
·   Doa pembukaan.
·   Mencermati artikel/ kejadian yang mengambarkan kemerosotan hati nurani, misalnya cerita “Budaya Korupsi”.
·   Mendiskusikan artikel/kejadian dengan mengungkapkan: setuju atau tidak setuju dalam pernyataan dalam cerita, menyebutkan contoh-contoh tindakan/perilaku remaja yang mengambarkan tumpulnya hati nurani, menyebutkan penyebab tumpulnya/kelirunya  hati nurani, cara membina suara hati.
·   Pleno dan rangkuman.
·   Mendalami cara pembinaan hati nurani dalam terang Kitab Suci dengan membaca teks Gal 5:16-25.
·   Mendialogkan keinginan dalam dirikita yang saling bertentangan menurut St. Paulus; perbuataan daging dan buah-buah roh; ke mana hati nurani harus diarahkan; kata-kata atau kalimatdari teks di atas yang relevan bagi diri siswa.
·   Membuat rangkuman bersama  tentang perlunya pembinaan hati nurani.    
·   Doa penutup.
·   Menyebutkan contoh dan sebab-sebab hati nurani bisa menjadi tumpul dan keliru.
·   Merumuskan cara-cara untuk membina hati nurani.
·   Merumuskan pesan kitab suci (Gal. 5:16-25) yang berhubungan dengan hati nurani.

Tes Lisan/tertulis
·   Menyebutkan contoh dan sebab-sebab hati nurani bisa menjadi tumpul dan keliru.
·   Merumuskan cara-cara untuk membina hati nurani.
·   Merumuskan pesan kitab suci (Gal. 5:16-25) mengenai hati nurani.


2x45 menit
·   Cerita: Budaya Korupsi.
·   Teks kitas suci gal. 5:16-25.
·   Komkat KWI, Sari Murid-Muri Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. kanisius, Yogyakarta, 2004.

5.   Bersikap kritis terhadap pengaruh mass media, kelompok tertentu dan sebagainya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar yang dapat dipertanggungjawabkan






5.1.Mengkritisi pengaruh media massa terhadap konsumerisme, materialisme dan hedonisme
Bersikap kritis terhadap media massa
·      Sikap kritis terhadap pengaruh konsumerisme, hedonisme dan materialisme
·      Sikap kritis terhadap tawaran-tawaran yang datang dengan berpatokan pada sikap hidup Yesus
·   Doa pembukaan.
·   Sharing pengalaman memanfaatkan media massa, misalnya: acara TV yang paling disukai, alasanya, hal positif dan negatif yang diterima dari acara tersebut.
·   Membaca artikel tentang pengaruh media massa, misalnya artikel “Pengaruh Media”.
·   Mendiskusikan pengaruh media massa bagi kehidupan, dengan menyorot: jenis-jenis media, pengaruh positif dan negatif baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat.
·   Membuat rangkuman bersama.
·   Mendalami sikap Yesus yang kritis dengan membaca Mrk 2:23-38.
·   Mendiskusikan maksud ucapan Yesus “hari sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari sabat”; arti kata-kata Yesus itu bagi kita; dan upaya-upaya membina sikap kritis di dalam dirinya terhadap media.
·   Pleno dan rangkuman.
·   Tugas: membaca dan merangkum dekrit Konsili Vatikan II tentang komunikasi sosial.  
·   Doa penutup.
·   Menyebutkan pengaruh positif dan negatif media massa.
·   Merumuskan pesan teks Mrk. 2:23-38 dalam kaitannya dengan sikap kritis yesus terhadap hukum Taurat dan hari Sabat.
·   Menjelaskan contoh sikap kritis terhadap media massa. Merumuskan pandangan gereja tentang media massa berdasarkan dekrit konsili Vatikan II tentang komunikasi Sosial.
Tes lisan / tertulis:
·   Menyebutkan pengaruh positif dan negatif media massa terhadap masyarakat.
·   Merumuskan sikap kritis Yesus terhadap hari sabat dan contoh bersikap kritis terhadap media.
·   Menjelaskan pandangan gereja tentang media massa berdasarkan dekrit komunikasi sosial.

2 x 45 menit
·     Artikel tentang: Pengaruh Media.
·     Dekrit konsili vatikan II tentang komunikasi sosial, artikel 5,9-12.
·     Komkat KWI, Sari Murid-Muri Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. Kanisius, Yogyakarta, 2004.
5.2.Mengkritisi tawaran-tawaran yang ada pada saat itu dengan berpedoman pada sikap hidup Yesus
Bersikap kritis terhadap ideologi, aliran/paham dan tren-tren yang berkembang
·   Berbagai ideologi, paham dan aliran yang dapat mempengaruhi kaum muda
·   Berbagai tren yang sedang berkembang
·   Sikap Yesus terhadap aliran-aliran pada zamannya
·   Bersikap kritis terhadap berbagai tawaran-tawaran zaman
·   Doa pembukaan.
·   Membaca berbagai contoh ideologi, paham dan aliran yang mulai mencuat dalam masyarakat, misalnya cerita “Ideologi” dari Anthoni de Mello.
·   Berdiskusi untuk merumuskan: kesan terhadap cerita;macam-macam ideologi, faham/aliran, dan trend-trend gaya hidup yangberkembang; segi positif dan negatifnya.
·   Membuat rangkuman bersama dan memberikan masukan jika perlu.
·   Membaca dan mendiskusikan sikap kritis Yesus terhadap kaum farisi dalam Mat 23:1-36; kaum  saduki dalam Mat 22:23-33; tawaran keduniaan Luk 4:1-13, dengan pertanyaan: pesan apa yang diperjuangkan Yesus dalam kutipan tersebut.
·   Merangkum dan menambah informasi sejauh diperlukan.
·   Tugas: Membuat uraian tentang trend gaya hidup remaja yang memprihatinkan.
·   Doa penutup.
·   Menyebutkan macam-macam ideologi dan sekte-sekte dalam kehidupan beragama yang dikenal.
·   Menganalisis dan mengidentifikasi kecenderungan-kecenderungan dan isu-isu yang muncul pada zaman globalisasi.
·   Menyebutkan aliran-aliran yang ada pada masa Yesus dan menjelaskan sikap kritis Yesus terhadap aliran dan tawaran keduniaan yang ada pada zaman-Nya.

Tes Lisan/tertulis
·   Menyebutkan macam-macam ideologi dan sekte-sekte dalam kehidupan beragama yang dikenal.
·   Menganalisis dan mengidentifikasi kecenderungan-kecenderungan dan isu-isu yang muncul pada zaman globalisasi.
·   Menyebutkan aliran-aliran yang ada pada masa Yesus dan menjelaskan sikap kritis Yesus terhadap aliran dan tawaran keduniaan yang ada pada zaman-Nya.

Unjuk Karya:
·   Mengerjakan tugas membuat uraian tentang salah satu trend atau gaya hidup remaja yang memprihatinkan.
2x45 menit
·   Pengalaman siswa.
·   Cerita sufi misalnya: “Ideologi”.
·   Teks kitab suci: Mat. 23:1-36; 22:23-33 dan Luk. 4:1-13.
·   Komkat KWI, Sari Murid-Muri Yesus: Perutusan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK, Buku Guru 1 dan Buku Siswa 1A. kanisius, Yogyakarta, 2004.






Pineleng, 3 Septem

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar